Andi Nurhidayati Bagikan 250 Paket Sembako di Soppeng

Andi Nurhidayati Bagikan 250 Paket Sembako di Soppeng

Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin membagikan 250 paket sembako untuk masyarakat di Kabupaten Soppeng, Selasa (7/4/2020).

Andi Nurhidayati Zainuddin

Paket sembako yang berupa beras, minyak dan gula itu diperuntukkan kepada masyarakat yang kurang mampu yang sangat merasakan dampak dari Covid-19 (virus corona).

“Covid-19 membuat roda perekonomian tersendat, aktifitas masyarakat terbatas dengan adanya kebijakan pemerintah terkait social distancing/phsycal distancing, dampaknya sangat luar biasa,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini.

Ia berharap dengan pembagian paket sembako ini, dapat membantu masyarakat. Ia juga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada persoalan Covid-19 semata, namun dampak sosial juga perlu dicarikan solusi.

“Kita harus mendorong pemerintah untuk sigap secara medis seperti ketersediaan fasilitas rumah sakit dan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, namun yang penting untuk dipikirkan juga bagaimana aktifitas ekonomi masyarakat menurun akibat Covid-19 ini,” ujar Andi Nurhidayti dalam rilisnya ke tribun-timur.

“Olehnya itu, program pembagian sembako dan bantuan langsung tunai harus kita dorong agar masyarakat kita tidak stres dengan kondisi ini. Karena tingkat stres yang tinggi akan berdampak kepada kesehatan,” jelasnya.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng ini, juga melihat imbauan social distancing/phsycal distancing belum maksimal dan belum efektif mencegah penyebaran Covid-19.

Itu disebabkan karena masih banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi himbauan tersebut karena faktor ekonomi.

“Jika kebutuhan masyarakat dipenuhi oleh pemerintah maka tidak ada lagi alasan masyarakat untuk berada di luar rumah. Olehnya itu, himbauan social distancing/phsycal distancing harus diringi dengan bantuan sembako untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Sulsel ini juga berharap kepada masyarakat untuk terus mendukung langkah-langkah pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kebijakan pemerintah seperti social distancing/phsycal distancing memang berat, namun ini harus kita dorong demi kebaikan bersama. Kita tidak boleh panik, tapi harus tetap waspada, jaga imunitas tubuh dan perbaikan ibadah dan doa,” ujar Legislator Sulsel dua periode ini.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *